Hiruk-pikuk kreativitas dan semarak kearifan lokal kembali mewarnai Terminal Sambas dalam gelaran Pentas Seni Budaya yang menyedot antusiasme ribuan warga. Di balik kemeriahan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sambas mengambil peran sentral dalam memastikan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas melalui operasi Pengamanan Lalu Lintas (PAM Lalin) yang komprehensif.Transformasi fungsi terminal menjadi ruang publik budaya ini menuntut manajemen rekayasa lalu lintas yang presisi guna mencegah terjadinya stagnasi kendaraan pada titik-titik krusial di jantung kota Sambas.

Penempatan personel di kawasan Terminal Sambas bukan sekadar langkah pengawasan statis. Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Sambas telah memetakan potensi gangguan ambang batas kapasitas jalan akibat lonjakan volume kendaraan pengunjung. Kehadiran petugas Dishub di lapangan tidak hanya memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, bahkan di tengah euforia perayaan budaya. Sinergi antara petugas dan masyarakat terlihat jelas saat arus kendaraan tetap mengalir meski volume pengunjung terus meningkat hingga malam hari. Dengan pengawalan ketat ini, Pentas Seni Budaya di Terminal Sambas sukses menjadi representasi bagaimana sebuah ruang publik dapat dikelola secara multifungsi tanpa mengabaikan standar keselamatan transportasi darat.


By Adi