Keberadaan kerangka kapal tenggelam di alur Sungai Selakau yang selama ini dikeluhkan nelayan akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas. Pemkab menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas, Selasa (21/7).
Langkah cepat ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para nelayan yang beraktivitas di alur pelayaran tersebut. Pasalnya, keberadaan bangkai kapal yang tidak berpenghuni itu berpotensi membahayakan navigasi, seperti merusak kipas atau baling-baling kapal nelayan yang melintas, terutama saat air pasang. Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas menegaskan bahwa masalah ini harus segera dituntaskan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, kapal yang tenggelam dan dibiarkan lebih dari 180 hari tanpa kejelasan pemilik dapat dinyatakan sebagai barang tidak berpemilik.

“Pemerintah Daerah siap mengambil langkah untuk menindaklanjuti hal ini demi kepentingan dan keselamatan masyarakat, khususnya para nelayan di Selakau. Keberadaan bangkai kapal ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi yang paling utama adalah membahayakan keselamatan berlayar,” tegasnya dalam rapat tersebut.Meskipun penanganan alur pelayaran dan pelabuhan melibatkan berbagai kewenangan instansi—termasuk tingkat provinsi hingga pusat—Pemkab Sambas memilih untuk mengambil inisiatif. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas menyampaikan bahwa penetapan status kerangka kapal ini akan dituangkan dalam Berita Acara bersama lintas sektor.
“Tujuan kita adalah menduduki permasalahan ini bersama, memperjelas wewenang masing-masing, dan menyepakati tindakan nyata. Pemkab tidak akan tinggal diam karena lokasi kapal ini berada di wilayah Kabupaten Sambas dan dampaknya dirasakan langsung oleh warga kita,” ujar Kadishub.Dukungan penuh juga datang dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Selakau dan para kepala desa setempat. Pihak nelayan menyambut baik langkah Pemkab Sambas yang responsif dan siap membantu secara teknis di lapangan saat proses pengangkatan kerangka kapal dilaksanakan nanti.
